Senja di pusat
keramaian kota Paris dengan duduk di taman di suguhi pemandangan menara Eiffel.
Dalam lamunan ku masih teringat jelas canda, tawa, riang yang selalu kulewati
bersama teman-teman. Namun kini semua hanya tinggal kenangan indah dengan masa putih
abu yang sangat mengesankan.
Semua telah berlalu
dengan sangat cepat. Semua orang telah memilih jalan masing-msing untuk apa
yang akan ia gapai di masa depan. Begitu juga dengan ku,aku harus meninggalkan
semua teman bahkan tempat tinggalku di kota itu, merantau ke Negeri orang tanpa
ada orang yang aku kenal di sini,dengan budaya dan adat yang sangat berbeda
akupun harus beradaptasi dengan semua. Yaah memang bukan hal mudah memulai
kehidupan baru di Negeri orang.
”Bonne journée”
itulah sapaan selamat sore dengan bahasa Prancis. Orang-orangnya yang ramah
meskipun ada sebagian yang tidak begitu ramah. Hari mulai gelap akupun pulang
dengan menyusuri kota Paris. Di perjalanan saya bertemu dengan seorang wanita
kira-kira seumuran dengan saya sepertinya dia sedang kesusahan lalu saya
hampiri. “excuse me, can I help you sis?? ” tanya ku pada wanita tersebut
karena saya belum terlalu mahir bahasa Prancis.
“oh
yes I'm trying to find my glasses falling around here. Can you help me to look for?” jawab wanita tersebut.
“oh yeah no problem going
to help me look
for it”.
Tak
lama kemudian aku menemukan kacamata wanita itu di sela-sela trotoar jalan.
“These glasses if you're looking
for?”
”Yeah well it is
mine thanks!!”
”
ok,you’re welcome”
Lalu
wanita tersebut memperkenalkan dirinya. “I’m Dini,what’s your name?”
“My
name is Anita, i’m from Indonesia. Where do you come from?
“Ohh
astaga akhirnya saya menemukan orang Indonesia di sini. Saya dari Indonesia
tepatnya dari Jakarta. Ada keperluan apa kau datang kemari?”
“Ohh
yah? Syukurlah senang berkenalan denganmu Dini. Saya di sini ikut orang tua
biasalah faktor pekerjaan dan saya pun harus meninggalkan semuanya di
Indonesia.”
Dari
situ saya mendapatkan satu teman di Paris meskipun sama-sama orang Indonesia
tapi tak apalah. Hari berlalu setelah pertemuan dengan Dini hingga saat ini
kami pun berteman akrab hingga menjadi seorang sahabat untuknya.
Kebetulan besok hari
Minggu hari libur untuk para anak sekolah dan para pekerja dimana hari itu
sangat dinanti oleh semua orang. Aku pun ada janji dengan Dini hari itu hanya
sekedar untuk berkeliling di tengah kota Paris.
Pagi sekitar pukul
07.00 waktu setempat aku sudah siap untuk berkeliling kota paris dan sambil
menunggu jemputan Dini aku bersantai sebentar di depan TV sambil menikmati
secangkir Cappucino untuk mennyegarkan badan dan mengawali semangat pagi.
Terdengar klakson mobil tepat di depan pintu dan mengejutkan ku.
“ahh mungkin itu Dini”
aku bergumam dan langsung menghampiri keluar.
“Bonjour Mademoiselle”
teriak Dini dari balik kaca mobilnya.
Lalu
akupun membalas “bonjour retour un ami”