Sabtu, 17 Oktober 2015



Senja di pusat keramaian kota Paris dengan duduk di taman di suguhi pemandangan menara Eiffel. Dalam lamunan ku masih teringat jelas canda, tawa, riang yang selalu kulewati bersama teman-teman. Namun kini semua hanya tinggal kenangan indah dengan masa putih abu yang sangat mengesankan.
Semua telah berlalu dengan sangat cepat. Semua orang telah memilih jalan masing-msing untuk apa yang akan ia gapai di masa depan. Begitu juga dengan ku,aku harus meninggalkan semua teman bahkan tempat tinggalku di kota itu, merantau ke Negeri orang tanpa ada orang yang aku kenal di sini,dengan budaya dan adat yang sangat berbeda akupun harus beradaptasi dengan semua. Yaah memang bukan hal mudah memulai kehidupan baru di Negeri orang.
”Bonne journée” itulah sapaan selamat sore dengan bahasa Prancis. Orang-orangnya yang ramah meskipun ada sebagian yang tidak begitu ramah. Hari mulai gelap akupun pulang dengan menyusuri kota Paris. Di perjalanan saya bertemu dengan seorang wanita kira-kira seumuran dengan saya sepertinya dia sedang kesusahan lalu saya hampiri. “excuse me, can I help you sis?? ” tanya ku pada wanita tersebut karena saya belum terlalu mahir bahasa Prancis.
“oh yes I'm trying to find my glasses falling around here. Can you help me to look for?” jawab wanita tersebut.
“oh yeah no problem going to help me look for it”.
Tak lama kemudian aku menemukan kacamata wanita itu di sela-sela trotoar jalan.
“These glasses if you're looking for?”
”Yeah well it is mine thanks!!”
” ok,you’re welcome”
Lalu wanita tersebut memperkenalkan dirinya. “I’m Dini,what’s your name?”
“My name is Anita, i’m from Indonesia. Where do you come from?
“Ohh astaga akhirnya saya menemukan orang Indonesia di sini. Saya dari Indonesia tepatnya dari Jakarta. Ada keperluan apa kau datang kemari?”
“Ohh yah? Syukurlah senang berkenalan denganmu Dini. Saya di sini ikut orang tua biasalah faktor pekerjaan dan saya pun harus meninggalkan semuanya di Indonesia.”
Dari situ saya mendapatkan satu teman di Paris meskipun sama-sama orang Indonesia tapi tak apalah. Hari berlalu setelah pertemuan dengan Dini hingga saat ini kami pun berteman akrab hingga menjadi seorang sahabat untuknya.
Kebetulan besok hari Minggu hari libur untuk para anak sekolah dan para pekerja dimana hari itu sangat dinanti oleh semua orang. Aku pun ada janji dengan Dini hari itu hanya sekedar untuk berkeliling di tengah kota Paris.
Pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat aku sudah siap untuk berkeliling kota paris dan sambil menunggu jemputan Dini aku bersantai sebentar di depan TV sambil menikmati secangkir Cappucino untuk mennyegarkan badan dan mengawali semangat pagi. Terdengar klakson mobil tepat di depan pintu dan mengejutkan ku.
“ahh mungkin itu Dini” aku bergumam dan langsung menghampiri keluar.
Bonjour Mademoiselle” teriak Dini dari balik kaca mobilnya.
Lalu akupun membalas “bonjour retour un ami